Anak Harus Divaksin, Jangan Ditunda

Anak Harus Divaksin, Jangan Ditunda

Presiden Joko Widodo telah berulang kali menginstruksikan kementerian terkait untuk mempercepat vaksinasi demi tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity. Salah satu strategi adalah dengan membuka layanan vaksinasi bagi anak-anak di usia 12-17 tahun. Sayangnya, temuan di lapangan, anak-anak yang tidak memiliki nomor induk kependudukan atau NIK menemui kesulitan untuk divaksin. Berikut adalah petikan wawancara dengan Filia Alifah Azalea, anak perempuan yang telah divaksin, namun melihat beberapa anak-anak sebayanya belum divaksin karena terkendala NIK.

"Aku tahu vaksin dari berita dan medsos. Dan juga sering bingung karena ayah bundaku menjelaskan vaksin itu bukan untuk kebal dari Covid-19. Tapi untuk menciptakan herd immunity yang katanya dapat membantu menekan penyebaran virus. Aku tuh takut untuk vaksin katanya bisa buat orang kena covid dan meninggal" ungkap Filia Alifah Azalea.

"Lalu Covid menyerang ayah bundaku, dan gejalanya ringan dan ayahku sempat dilarikan ke RS karena kawatir dengan komorbid diabetes. Bundaku juga ada hipertensi tapi karena bunda yakin bisa memenangkan perlawanan virus bunda memilih tetap isoman di rumah saja. Dan bunda masih bisa beraktivitas dirumah bersihin rumah, siram tanaman, dan mencuci. Ternyata Covid-19 itu bisa lemah dari ganasnya karena ayah bunda sudah divaksin dua kali tuntas,” sambung Filia bersemangat.

"Aku baru paham maksud ayah bunda meminta aku untuk divaksin, agar  herd immunity yang dikabarkan bisa menyudahi pandemi ini. Dan itu harus dimulai dari keluarga.

"Aku tuh males awalnya vaksin karena harus keluar rumah, mager aja pokoknya. Tapi setelah melihat perbedaan yang dialami ayah bundaku dan tetangga depan rumah, yang ternyata belum divaksin membuat dia lebih berat dan parah dari suaminya yang sudah divaksin dua kali. Ibu haji itu lebih dari dua minggu di RS harus pakai oksigen dan bantuan napas. Dia terlihat letih sekali"

"Jadi ketika ayah bunda akan mendaftarkan aku, terlebih dahulu mereka mengajakku berdiskusi. Mereka ingin mendengar pendapat ku, dan itu sangat aku hargai".

"Awalnya takut, tapi pas udah ditusuk jarum sakitnya cuma pas awal aja, rasanya kayak dicubit," ungkap Filia sambil tertawa.

"Aku baru tahu ternyata banyak temanku yang ingin divaksin namun tidak bisa mendaftar karena mereka tidak punya NIK. Aku kaget betapa ada yang tidak terdaftar di negara ini. Pantas ayah bundaku tak pernah berhenti bicara tentang anak dengan beragam masalahnya".

Ketika ditanya apakah Filia cemburu jika ayah bunda mengurus anak-anak lain?

"Ah, enggaklah, kata bundaku sejak usia 28 hari aku sudah dibawa kemana-mana dalam aktivitas bunda dan ayah yang selalu barengan. Keluar kota pun aku diajak. Aku dikenalkan dalam berbagai suasana termasuk suasana tinggal di panti, rapat atau pun seminar. Bahkan sejak dalam kandungan bunda sering ikut demo memperjuangkan hak anak. Aku sudah naik pesawat waktu usia 4 bulan ke Solo. Itu yang selalu diceritakan ayah bundaku, jadi aku rela kok berbagi dengan anak-anak lain itu".

"Terima kasih ayah bunda, aku tahu kalian sayang dan ingin memberikan perlindungan yang terbaik untuk aku,” Ungkap Filia sambil memeluk bundanya.

Filia adalah anak sulung berusia 14 tahun dari pasangan aktivis anak Ilma Sovri Yanti dan Farid Ari Fandi. Saat ini Filia sudah dikenalkan orang tuanya untuk bersosialisasi dan berkarya di bidang seni dan musik. Filia adalah pengurus OSIS bidang Humas di sekolahnya. Kemampuan komunikasinya makin terasah karena terbiasa dibawa oleh orang tuanya diberbagai acara dan kondisi.

Filia mendaftar untuk divaksin dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2021 dengan tema "Anak Terlindungi Indonesia Maju" bersama 281 anak Indonesia lainnya di Ancol.

Kepala Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak, Nahar, menyampaikan bahwa pemenuhan hak kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak harus diberikan sebaik-baiknya.

"Anak-anak banyak yang tidak memiliki NIK sebagai persyaratan utama, tetapi dengan kebijakan kementerian kemudian memfasilitasi anak-anak yang tidak punya NIK untuk divaksin dengan catatan setelah vaksinasi NIK nya harus diurus," ujarnya.

Vaksinasi terhadap anak diharapkan dapat meningkatkan imunitas tubuh mereka dan memastikan bahwa anak sebagai masa depan bangsa dapat terjamin kesehatannya.

#SukseskanVaksinasiAnak #AnakTerlindungiIndonesiaMaju

IKUTI MEDIA SOSIAL JKLPK INDONESIA

Designed & Developed by Rivcore Corporation