Press Release KONGRES Nasional Jakomkris PB

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi ancaman bencana. Pertama, Indonesia mempunyai 129 gunung api aktif (ring of fire). Kedua, posisi Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng aktif dunia: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Ini belum termasuk potensi ancaman dari faktor lainnya, misalnya, perubahan iklim, kerusakan lingkungan akibat eksploitasi industri ekstraktif, dan alih fungsi lahan untuk perkebunan. Hal ini membuat Indonesia harus mempunyai kebijakan yang komprehensif dalam isu penanganan bencana, baik sebelum terjadi, pada saat kejadian, dan pasca-kejadian. Dan peran ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi perlu keterlibatan banyak pihak.

Latar belakang ini menjadi alasan bagi beberapa Sinode Gereja dan Lembaga Pelayanan Kristen untuk membentuk Jaringan Komunitas Kristen untuk Penanggunalan Risiko Bencana (JAKOMKRIS PB). Lembaga jejaring ini berdiri pada tiga tahun lalu, dan bertempat di Grha Oikumene PGI, selama tiga hari sejak tanggal 8-10 Oktober 2019, JAKOMKRIS PB melaksanakan kongres yang kedua kalinya. Tujuan Kongres ini adalah merumuskan program kerja selama tiga tahun mendatang dan pemilihan pengurus yang baru. Di sela-sela Kongres, pengurus JAKOMKRIS PB mengadakan konferensi pers.

Gereja dan Lembaga Pelayanan Kristen Berjejaring & Bekerja Sama

untuk Penanggulangan Bencana di Indonesia

(Press release JAKOMKRIS PB)

Sampai Agustus 2019, Indonesia telah mengalami 2,423 bencana yang sebagian besar (98,8%) merupakan bencana karena fenomena iklim.Jutaan orang terdampak oleh serangkaian bencana itu termasuk 2,2 juta orang mengungsi. Lebih dari 37,700 rumah rusak belum lagi 802 fasilitas pendidikan, 499 tempat peribadatan dan 166 fasilitas kesehatan yang rusak karena bencana. Paparan tentang profil bencana 2019 dari BNPB tersebut mengawali pertemuan pimpinan berbagai gereja dan lembaga pelayanan Kristen di Grha Oikumene PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia) yang tergabung dalam Jaringan Komunitas Kristen untuk Penanggulangan Risiko Bencana atau disingkat dengan JAKOMKRIS PB.  JAKOMKRIS PB didirikan oleh lebih dari 30 gereja dan lembaga layanan dan berfokus pada penguatan peran gereja dan lembaga layanan Kristen dalam upaya penanggulangan dan pengurangan risiko bencana di Indonesia.  Memasuki usia tiga tahun, JAKOMKRIS PB menyelenggarakan Kongres Nasional Kedua dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pengurus Humanitarian Forum Indonesia (HFI) dan Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JKLPK) dalam sesi panel.Selain itu, pengalaman gereja-gereja di Tanah Karo, di Lampung dan di Nusa Tenggara Timur dalam menangani bencana erupsi Gunung Sinabung, gempa dan tsunami Lampung dan kekeringan serta bencana sosial di wilayah NTT menjadi refleksi praktik baik sekaligus pembelajaran untuk memetakan peran strategis gereja-gereja dan lembaga-lembaga Kristen  dalam penanggulangan bencana di Indonesia ke depan.  Pdt. Agustinus Purba sebagai Ketua Pengarah JAKOMKRIS PB menyatakan harapannya dalam ibadah pembukaan, yaitu Jakomris menjadi rumah bersama berbagai anasir Kristen untuk mengekspresikan panggilan mereka untuk membantu masyarakat yang terkena bencana. Kehadiran JAKOMKRIS PB yang didukung oleh Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, diharapkan membantu meningkatkan kapasitas gereja dalam melakukan respon bencana dan upaya-upaya pengurangan risiko bencana termasuk kapasitas dalam berkoordinasi.Hal ini diharapkan akan semakin menguatkan peran umat Kristen melalui gereja dan lembaga-lembaganya didalam mewujudkan kehidupan masyarakat dan bangsa yang tangguh menghadapi ancaman bencanasebagaimana diatur didalam UU 24/2007, dan pada aras global kerja pelayanan yangdilakukan akan sejalan dengan Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015-2030.

Hasil Kongres Nasional Kedua ini  adalah terbentuknya pengurus JAKOMKRIS PB periode 2019-2022 dan prioritas kerja 3 tahun ke depan yaitu peningkatan kapasitas gereja-gereja dan lembaga pelayanan Kristen dalam penanggulangan bencana, peningkatan kerja sama dan jejaring antar anggota dan dengan stakeholder strategis termasuk pemerintah, sekolah teologia dan akademisi, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan termasuk penguatan peran relawan muda di jaringan gereja. Salah satu agenda terdekat JAKOMKRIS PB adalah mendorong anggota-anggotanya untuk berpartisipasi dalam Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Nasional yang akan diselenggarakan Pemerintah Indonesia di Bangka Belitung 11-13 Oktober 2019.