free html hit counter

Profil Perkumpulan Pondok Pergerakan - NTT

Perkumpulan Pondok Pergerakan - Region Nusa Tenggara Timur

Sejarah berdiri

Keprihatinan atas rendahnya pemenuhan hak-hak politik dan sosial masyarakat yang berdampak pada meningkatnya kondisi kemiskinan masyarakat terutama di daerah terpencil yang belum tersentuh dan mendapat akses pembangunan. Keprihatinan dan kecemasan terhadap situasi konflik dan kekerasan akibat politik identitas berbasis suku dan agama yang terjadi di daerah yang membuat banyak masyarakat, terlebih perempuan kehilangan hak-hak hidupnya sebagai manusia yang berdaulat untuk menikmati kehidupan yang utuh.

Keprihatinan terhadap pelanggaran atas hak-hak asasi perempuan termasuk seksualitas dan kesehatan reproduksi perempuan serta praktek diskriminasi lainnya yang dilanggengkan oleh sistem budaya dan politik. Komitmen menerapkan nilai-nilai pelayanan dan pengembangan masyarakat melalui “pendidikan pembebasan” kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak dibatasi oleh agama, suku, ras, dan golongan sebagai upaya untuk memulihkan harkat dan martabat manusia sebagai citra Allah dalam keutuhan ciptaan; membangun relasi antara perempuan dan laki-laki, serta mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang berkesinambungan untuk mencapai kemandirian.

Realita kehidupan dan komitmen di atas mendorong individu-individu, yaitu: Edonajov Banggu Riwu, Petrus Mbura, Delmyser Maka Ndolu, Andy Mooy, Meryland, V. Riwu Manoe, Yerni Selly dan Monny Faah mengorganisir diri dan membentuk Perkumpulan Pondok Pergerakan (Pendidikan Kesetaraan Gender, Keadilan dan Perdamaian) yang bertujuan melakukan berbagai program penguatan dan pemberdayaan masyarakat sebagian dari upaya-upaya membangun gerakan sosial dalam mewujudkan keadilan, kesetaraan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.

Visi dan misi

Visi Perkumpulan Pondok Pergerakan adalah tercapainya pemenuhan hidup manusia dan keutuhan ciptaan dengan mengoptimalkan segala potensi sumber daya lokal secara bertanggung jawab dan berkesinambungan dengan pendekatan holistik. Sedangkan misinya adalah: (1) Memulihkan harkat dan martabat manusia sebagai citra Allah dalam perdamaian dan keutuhan ciptaan. (2) Membangun relasi yang sepadan antara perempuan dan laki-laki. (3) Mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang berkesinambungan untuk mencapai kemandirian.

Asas

  1. Prinsip-prinsip hak asasi manusia (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia), Konvensi/Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), serta konvensi/kovenan dan deklarasi internasional yang sesuai visi dan misi perkumpulan.
  2. Prinsip transparansi, yaitu keterbukaan atas transparansi dalam pengelolaan dan keuangan.
  3. Prinsip keberpihakan, yaitu memprioritaskan program dan kemanfaatannya kepada masyarakat miskin, marginal dan minoritas, khususnya perempuan.
  4. Prinsip partisipatif, yaitu memberi ruang bagi pelibatan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program, serta masukan-masukan untuk pengambilan keputusan atau kebijakan.
  5. Prinsip akuntabilitas, yaitu realisasi kegiatan dan penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat, mitra kerja atau pihak terkait lainnya.
  6. Prinsip keberlanjutan.
  7. Prinsip kesetaraan.

Maksud dan tujuan

  1. Mengembangkan pendidikan pembebasan bagi masyarakat dan terlebih khusus perempuan dalam rangka memperkuat nilai-nilai feminisme, pluralisme untuk mewujudkan keadilan sosial, kesetaraan, dan keadilan gender serta perdamaian di ranah publik dan privat.
  2. Memperkuat gerakan advokasi kebijakan untuk memastikan terpenuhinya pengakuan hak-hak sipil, ekonomi dan politik masyarakat, dan distribusi sumber daya bagi rakyat miskin, perempuan, kelompok marginal dan minoritas, sehingga tidak ada seorang pun yang ditinggalkan dalam pembangunan.
  3. Mengembangkan pengetahuan masyarakat terlebih perempuan dan komunitas sebagai dasar membangun gerakan sosial dalam mentransformasi masyarakat menjadi lebih demokratis, adil, dan damai.

Kegiatan

  1. Mengembangkan pendidikan kritis berbasis isu untuk melahirkan pemimpin-pemimpin akar rumput, termasuk pemimpin perempuan.
  2. Memperkuat advokasi yang berspektif keadilan gender dan pluralisme untuk berbagi kebijakan lokal, nasional, regional, dan internasional.
  3. Mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan melalui penelitian, dokumentasi dan publikasi terkait isu sosial, feminisme, dan pluralisme.
  4. Mengembangkan kerja sama dengan pihak-pihak lain yang sesuai visi-misi perkumpulan untuk mendukung kerja pemberdayaan.
  5. Melakukan usaha-usaha lain yang sesuai nilai dan prinsip perkumpulan.

Alamat dan nara hubung

Perkumpulan Pondok Pergerakan beralamat di Jalan Fatutuan RT 16 RW 05 Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Komunikasi dapat melalui email: pn.pergerakan7@gmail.com atau Andy Mooy (0852-3926-7444).