Konsultasi Region Jabotabed

Setelah mengalami penundaan akibat Pandemi Covid-19, pengurus bersama partisipan mengadakan Konsultasi Region Jabotabed melalui aplikasi zoom meeting pada Jumat, 26 Maret 2021. Selain pergantian pengurus, agenda lainnya adalah tantangan dan strategi LPK menghadapi Pandemi Covid-19 serta tantangan dan peluang berjejaring di era digital 4.0. Peserta yang hadir terdiri dari 11 LPK, undangan, POKJA, dan Sekretariat Nasional.

Dari hasil diskusi, terdapat beberapa rekomendasi ke depan yang perlu ditindaklanjuti oleh pengurus baru, yaitu: (1) Memfasilitasi partisipan untuk semakin terkoneksi satu dengan yang lain untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam berjejaring; (2) Memfasilitasi partisipan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan pelayanan; (3) Mengadakan konsolidasi region untuk sharing pengalaman, pengetahuan, sumber daya, dan metode dalam pelayanan dan berjejaring; (4) Penguatan kapasitas melalui pelatihan daring, diskusi, dan lainnya; (5) Memperkuat kerja-kerja advokasi untuk akses layanan publik dan bantuan pemerintah; (6) Memfasilitas sistem rujukan untuk penanganan atau pendampingan kasus; (7) Memfasilitasi penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam kerja-kerja advokasi; (8) Mengembangkan konsep advokasi digital.

Kepengurusan baru Region Jabotabed untuk periode 2021-2024 terdiri dari Jessica Hutting dari Kampus Diakonia Modern (KDM) sebagai Koordinator, Susi Rio Panjaitan dari Yayasan Rumah Anak Mandiri sebagai Sekretaris, Sarbarita Rumahorbo dari Lembaga Penyadaran dan Bantuan Hukum Forum Adil Sejahtera sebagai Bendahara, kemudian untuk anggota adalah Arwin dari Yayasan Pelangi Kasih dan Renhard Manik dari Pelkesi. Selain pengurus baru, Konsultasi kali ini juga memutuskan Masriany Sihite dari Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala sebagai utusan POKJA dari Region Jabotabed.

 

IKUTI MEDIA SOSIAL JKLPK INDONESIA

Designed & Developed by Rivcore Corporation