Fundraising Lembaga Non-Profit

Belakangan ini kata fundraising menjadi perhatian lembaga non-profit, seperti JKLPK dan partisipan di dalamnya. Lembaga non-profit, apa pun bentuknya, memang mengandalkan dukungan dari pihak ketiga untuk mendukung pembiayaan program dan operasional lembaga. Pihak ketiga tersebut bisa berupa individu, perusahaan, pemerintah, atau donor internasional.

Hanya saja, semata-mata mengandalkan pihak ketiga memiliki risiko besar, yaitu ketika dukungan pembiayaan tidak berlanjut atau berhenti di tengah jalan karena faktor urgen tertentu. Karena itu, lembaga non-profit perlu memikirkan strategi keberlanjutan lembaga. Salah satunya adalah fundraising. Apa itu?

Singkatnya fundraising adalah upaya berkesinambungan lembaga untuk menggalang dukungan publik, tidak hanya berupa uang, bisa juga barang atau jasa untuk mendukung program lembaga tersebut. Pengertian ini lebih jauh dielaborasi dalam kegiatan in house training fundraising di kantor sekretariat JKLPK pada Selasa, 10 Januari 2023 dengan fasilitator dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.

Beberapa hal menarik terkait fundraising adalah, pertama, ia tidak sama dengan meminta belas kasih atau terkesan meminta-minta. Fundraising adalah upaya kita yang bersinambungan agar pihak di luar lembaga, baik yang dikenal sebelumnya atau tidak, untuk turut mendukung perjuangan lembaga yang diimplementasikan dalam bentuk rencana program kerja.

Karena itu, perlu serangkaian upaya yang sistemati dan berkesinambungan untuk mengenalkan atau mempromosikan profil lembaga dan program kerja. Profil lembaga terutama menyangkut visi, misi, dan nilai-nilai dasar lembaga. Kemudian, mengemas program semenarik mungkin secara visual agar publik tertarik untuk mencari lebih jauh terkait program yang ditawarkan.

Kedua, fundraising tidak melulu menyangkut uang. Dukungan publik terhadap lembaga dapat pula berupa barang atau keahlian tertenu. Hal ini semakin menegaskan bahwa fundraising tidak identik dengan meminta-minta uang atau sumbangan.

Ketiga, fundraising adalah pekerjaan profesional. Dalam struktur organisasi posisi fundraising sama pentingnya dengan divisi atau bagian lainnya. Ia tidak bisa dipandang sebelah mata karena menyangkut keberlanjutan lembaga di masa depan. Karena itu, pekerjaan fundraising tidak hanya dilakukan oleh staf di divisi atau bidang penggalangan dana publik, namun menjadi tanggung jawab bersama. Setiap staf dalam melakukan fundraising meski ia tidak memiliki keterampilan marketing.

Keempat, masih terkait profesionalisme, fundraising memiliki prinsip dan etika. Misalnya, menjunjung tinggi keterbukaan, akuntabel, partisipatif, jujur, adil. Program yang di-publish harus jelas untuk kegiatan apa, siapa penerima manfaatnya, bagaimana kondisinya, dan apa dampaknya jika tidak segera mendapat perhatian. Begitu pula ketika berhasil mendapatkan dukungan publik, maka harus ada laporan pertanggungjawaban kepada publik dengan transparan.

Sedangkan etika fundraising adalah hubungan dengan publik yang mendukung berdasarkan kesetaraan, independen, tidak ada imbal balik. Publik mendukung program kita karena pure ingin membantu. Kemudian, program yang dikemas tidak boleh merendahkan, mengeskploitasi kemiskinan atau penderitaan.

Berikutnya terkait metode. Banyak cara atau metode yang dapat digunakan dalam kerja-kerja penggalangan dukungan publik. Pada dasarnya tidak ada metode yang ajeg, hal ini tergantung kebutuhan dan aturan main masing-masing lembaga. Terpenting adalah konsistensi, tidak mudah menyerah meski mengalami kegagalan.

Sejalan dengan hal ini, tantangan terbesar fundraising adalah masih menguatnya mindset bahwa fundraising identik dengan meminta bantuan uang dan fundraising dikerjakan oleh orang tertentu saja (minim kesadaran kolektif). Karena itu, langkah awal agar fundraising menjadi kesadaran bersama adalah keluar dari zona nyaman ketergantungan dengan lembaga donor. Dukungan dari donor kapan pun bisa berkurang atau berhenti sama sekali. Kemudian, mulai aksi fundraising untuk pertama kalinya. Semoga.

IKUTI MEDIA SOSIAL JKLPK INDONESIA

Designed & Developed by Rivcore Corporation